Sabtu, 19 Desember 2009

Naskah Cinderella

Cinderella adalah seorang gadis yang cantik jelita. Namun, dia kehilangan orang yang sangat dicintainya yaitu ibunya. Ketika ayahnya menikah dan pergi meninggalkannya, hidupnya semakin menderita. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu oleh ibu dan saudara tirinya.

Pada saat itu, Sang Ratu mengadakan acara pesta dansa untuk mencari jodoh untuk Pangeran. Cinderella ingin sekali pergi ke pesta itu, namun ibu dan saudara tirinya tidak menijinkannya. Tapi dengan bantuan peri, Cinderella bisa pergi ke pesta itu dengan syarat kembali ke rumah sebelum jam 12 malam karena setelah jam 12 malam keajaiban itu akan hilang.

Setelah jam 12 malam, Cinderella meninggalkan istana. Namun, tanpa sengaja, dia meninggalkan sepatu bot kesayangannya. Pangeran yang sudah jatuh hati padanya, mengadakan sayembara barang siapa yang ukuran kakinya pas dengan sepatu bot istimewa tersebut, akan menikah dengannya.

Ketika Cinderella mencoba sepatu bot istimewa tersebut, ternyata cocok dan Cinderella juga mempunyai pasangan sepatu bot yang lain. Pangeran pun langsung melamar Cinderella. Setelah itu, Pangeran membawa Cinderella ke istana. Namun, cerita itu belum selesai.

Ketika Sang Pangeran membawa Cinderella ke istana . . . .

(Di arena sudah ada Ratu dan Putri Irakus yang sedang duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran masuk ke arena)

Ratu : (berdiri lalu menunjuk Cinderella) Siapa perempuan ini, Pangeran?€�

Pangeran : Ini adalah wanita yang akan menjadi istriku.

Ratu : Kau yakin memilih wanita seperti ini?

Pangeran : Ya, kami sudah saling mencintai. (Cinderella dan Pangeran saling bertatap muka, berpegangan tangan, dan tersenyum.)

Ratu : Apa? Kau pilih perempuan seperti ini yang tampang pembantu? Apa kata Bu Nia?

Cinderella: Apa kata dunia, Ratu.

Ratu : Ya. Itu maksudku.

Pangeran: Walaupun penampilannya seperti pembantu, tapi hatinya seperti emas 24 karat.

Ratu: Kau bilang hatinya seperti emas karatan? Tapi Pangeran. Bunda sudah menemukan pasangan yang cocok untukmu Pangeran. Dia adalah putri dari Kerajaan Jatuh Bangun.

Pangeran: Tapi Bunda . . . .

Ratu: Dia adalah wanita yang sangat cantik. Lagipula dia adalah wanita yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Apabila kerajaan kita bersatu dengan Kerajaan Jatuh Bangun, akan menjadi kerajaan yang sangat besaaar.

Pangeran: Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.

Ratu : Tidak boleh! Pokoknya kau harus menikah dengan Putri Irakus.

Pangeran : Hah? Irakus? Nama yang aneh. Tapi aku tetap tidak mau.

Ratu : Harus mau!

Pangeran : Tidak mau!

Ratu : Pokoknya harus!

Pangeran : Gak mau!

Ratu : Harus!

Pangeran : Mau. Eh tidak mau!

Ratu : Dasar anak durhaka kau!

Pangeran : Lho, kok jadi kaya Malin Kundang?

Ratu: Kurang ajar kau! Sudah membantah perintah orang tua! (Ratu hampir menampar Pangeran)

Raja : (masuk ke arena) Stop..!! Ada apa ini? Siapa perempuan itu?€� (menunjuk Cinderella)

Pangeran : Ini adalah calon istriku, Ayahanda.

Raja : Oh, ini calon istrimu. Jadi perempuan ini yang memenangkan sayembara sepatu bot itu.(sambil melirik sepatu bot yang dipakai Cinderella)

Pangeran : Iya, Ayahanda. Dia bahkan mempunyai pasangan sepatu bot yang lainnya.

Ratu: Tapi aku sudah menemukan jodoh buat Pangeran! Dia adalah putri dari Kerajaan Jatuh Bangun.

Raja :Ya sudah. Itu terserah Pangeran saja!

Ratu : Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusanmu. Masa Pangeran menikah sama pembantu seperti itu. Jangan gila donk!

Raja : (berfikir sejenak) Ya. Sudah. Bagaimana kalau kita adakan suatu kompetisi?

Putri Irakus : (berdiri) Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?

Raja : Kalau kau menang dalam kompetisi itu, kau yang akan menikahi Pangeran. Kalau perempuan itu yang menang, dia yang akan menikah dengan Pangeran. Ada yang tidak setuju dengan kuputusanku?

Ratu : Lagi-lagi kau memberikan keputusan yang aneh! Setelah kau dan Pangeran mengadakan sayembara sepatu bot aneh itu!

Putri Irakus : Baiklah kalau begitu, saya terima, Yang Mulia.

Ratu : Apa? Kau terima tantangan aneh itu?(marah)

Putri Irakus : Sudahlah Bibi. Saya bisa bersaing secara sportif.

Ratu : Apa?? Kau panggil aku Bibi? Memangnya aku bibimu apa? (semakin marah)

Putri Irakus : Oh! Maksudku Ibunda Ratu. Lagipula saya yakin saya bisa mengalahkan perempuan itu.

Cinderella : (mengacungkan tangan)

Raja : Ada apa, Nona? Kau tidak setuju dengan keputusanku?

Cinderella : Saya setuju dengan keputusan Yang Mulia.

Raja : Lalu, kenapa kau mengacungkan tangan?

Cinderella : Sebenarnya, saya keberatan dipanggil dengan sebutan perempuan itu. Saya kan juga punya nama.

Raja : Oh ya. Kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?

Cinderella : Namaku Cinderella.

Ratu : Cinderella? Gadis cerobong asap. Nama yang paling aneh yang pernah kudengar. Lihat dirimu! Kau memang pantas mendapatkan nama itu!

Cinderella : Sebenarnya itu cuma nama panggilanku saja. Nama itu diberikan oleh ibu dan saudara-saudara tiriku yang selalu jahat padaku.

Ratu : Alaah! Pake curhat segala!

Raja : Kalau begitu, siapa nama aslimu?

Cinderella : Tapi, nama asliku terlalu panjang.

Raja : Sebutkan saja

Cinderella : Nama asliku adalah Mocu Claudia Abraba Bella Sintia Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha.

Putri Irakus: Tapi, namaku juga tidak kalah panjangnya dengan Cinderella. Aku bisa menyebutkannya sekarang.

Raja: Stop! Kenapa kita jadi mempeributkan nama?

(semua terdiam sejenak)

Raja: Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau setuju?

Pangeran: Apapun keputusan Ayahanda, aku setuju.

Ratu: Apa? Kau terima juga keputusan aneh itu? Sedangkan kau membantah perintahku?

Raja: Oke! Kalau begitu, kompetisi dimulai besok pagi pukul 9.00 sampai dengan selesai.

Ratu: Tapi, kompetisi seperti apa baginda?

Raja: Ada tiga kompetisi yang akan digelar yaitu:

1). Kompetisi memasak

2). Kompetisi menjahit

3). Kompetisi yang masih dirahasiakan

Kalian siap?

Cinderella & P. Irakus : Siap, Yang Mulia.

Raja : Ya sudah. Ku tunggu besok ya. Dah! (meninggalkan arena kemudian disusul dengan  Cinderella dan Pangeran sambil bergandengan tangan)

Ratu : Kita harus menyusun rencana supaya Cinderella kalah dalam kompetisi itu.

Putri Irakus : Ya, I agree with you.

Ratu : Sini, saya bisikin.

Putri Irakus : Ih… Geli!

Ratu: Mau gak?

Putri Irakus : Iya, iya.

Putri Irakus: Itu ide berlian!

Ratu: Brilian.

Putri Irakus : Ya. Itu maksudku.

Ratu & Putri Irakus : Ha ha ha ha ha . . . .

(Ratu dan Putri Irakus meninggalkan arena).

Keesokan harinya . . . .

(Semua masuk arena)

Raja: Kalian sudah siap melaksanakan kompetisi pertama?

Cinderella & P. Irakus : Ya iyalah . . . .

Raja : Pengawal! Siapkan bahan & alat-alat masaknya!

Pengawal : Baik Baginda.

(Pengawal menyiapkan alat-alat masak)

Raja : Kompetisi pertama yaitu kompetisi memasak resmi dibuka. Tepuk tangan!

(Raja, Ratu, dan Pangeran duduk di ruang makan, sementara Cinderella dan Putri Irakus sibuk memasak.)

Raja : Kira-kira, siapa yang akan menang?

Ratu : Pasti putri Irakus yang akan menang.

Pangeran : Yakin banget sih!

Ratu : Suka-suka gue donk!

Raja : Sudah-sudah! Jangan bertengkar! Lihat saja nanti!

Sementara itu di dapur . . . .

Cinderella : Putri Irakus, aku titip masakanku dulu ya. Aku mau ke belakang dulu.

Putri Irakus: Tenang saja! Masakanmu aman kok!

Ternyata, Putri Irakus mempunyai niat jahat. Dia menaburkan garam, gula, merica, vetsin, dan mayones pada masakan Cinderella supaya rasa masakan Cinderella menjadi tidak karuan. Namun, tanpa sengaja, putri Irakus lupa menaburkan garam ke masakannya sendiri.

(Cinderella masuk lagi ke dapur).

Cinderella : Terima kasih, ya. Sudah menunggu masakanku.

Putri Irakus : Sama-sama. Oh ya, tadi ada 3 ekor lalat hinggap di adonan masakanmu lho. Tapi, sudah kuusir jauh-jauh.

Cinderella : Terima kasih very much.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Cinderella dan putri Irakus telah selesai mamasak masakan mereka. Akhirnya tiba penilaian masakan Cinderella dan Putri Irakus.

(Cinderella dan Putri Irakus keluar dari dapur dan membawa masakan mereka masing masing ke ruang makan)

Cinderella : Selamat Menikmati, Yang Mulia.

Raja : Terima kasih. (Mencicipi masakan Cinderella) Emm . . . . Masakanmu enak sekali. Coba kau cicipi Pangeran!

Pangeran: Emm . . . . Ini adalah masakan yang paling enak dari semua masakan yang pernah kucoba.

Putri Irakus : Tidak mungkin! Masakanku jauh lebih enak. Kalau tidak percaya, cicipi saja!

(Semua mencicipi masakan Putri Irakus)

Ratu : Dia benar! Masakan Putri Irakus lebih enak daripada masakan Cinderella.(berpura-pura)

Raja : Istriku. Apa kau mempunyai masalah dengan indera perasamu? Masakan ini sama sekali tidak ada rasanya. Kau bilang masakan ini enak?

Pangeran : Iya. Ayahanda benar. Masakan ini sama sekali tidak ada rasanya.

Ratu: Euh . . .

Raja: Baiklah. Sudah kuputuskan. Bahwa pemenang dari kompetisi ini adalah . . . . Cinderella!! Jadi, skor sementara 1-0 untuk Cinderella. Tepuk tangan untuk Cinderella!

Raja : Selamat ya Cinderella.

Cinderella: Terima kasih.

Raja : Saya tunggu kalian besok jam 9.00 pagi untuk kompetisi kedua yaitu kompetisi menjahit.

(Raja meninggalkan arena. Kemudian disusul oleh Pangeran dan Cinderella)

Ratu : Irakus! Kamu sengaja ya? Kenapa masakan Cinderella jadi enak sementara masakanmu sama sekali tidak ada rasanya? (marah)

Putri Irakus : Ampun, Nyai Ratu. Saya . . . .

Ratu: Apa?? Kau panggil aku Nyai? Setelah kau menyebutku Bibi?(semakin marah)

Putri Irakus :Maksudku Ibunda Ratu. Saya sudah memasukkan garam, gula, merica, vetsin, dan mayones dalam adonan masakan Cinderella supaya masakan Cinderella tidak karuan. Tapi, entah mengapa masakan Cinderella justru menjadi enak.

Ratu : Dasar tulol! Itu sih sama dengan membantu membumbui masakan Cinderella! Harusnya kau tambahkan cuka yang banyak atau kotoran unta dari Timur Tengah sekalian!

Putri Irakus : Maafkan saya, Bibi. Eh, maksudku Ibunda Ratu.

Ratu : Ya, sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi ini terjadi. Sekarang, kita susun rencana baru untuk kompetisi selanjutnya.

(Ratu dan Putri Irakus meninggalkan arena dan pengawal datang membersihkan ruangan)

Keesokan harinya . . . .

(semua masuk ke arena)

Raja : Selamat pagi semuanya! Apakah kalian siap mengikuti kompetisi kedua?

Cinderella & Irakus : Ya, kami siap.

Raja : Kompetisi kedua yaitu kompetisi menjahit baju untuk Pangeran resmi dibuka. Tepuk tangan! (semua tepuk tangan) Peraturannya sangat mudah. Kalian harus membuat sebuah baju untuk Pangeran dalam waktu satu malam. Baju yang kalian buat harus diserahkan besok pagi sebelum kompetisi ketiga dimulai. Kalian mengerti dengan peraturannya?

Cinderella & Irakus : Mengerti, Yang Mulia.

Raja : Sekarang, kalian bisa memulai pembuatan baju kalian.

Cinderella : Baiklah Yang Mulia, kami berdua pamit sekarang.

(Cinderella & Putri Irakus pergi meniggalkan arena disusul dengan Raja)

Malamnya, Cinderella mulai menjahit.

(Cinderella masuk membawa kain dan berpura-pura menjahit, kemudian pengawal masuk).

Pengawal : Nona Cinderella. Anda dipanggil untuk menghadap Paduka Raja.

Cinderella : Oh, baiklah kalau begitu.

(Cinderella dan Pengawal meninggalkan arena, kemudian datang Putri Irakus)

Putri Irakus : (datang lalu merobek pakaian buatan Cinderella) Dengan begini. Kau pasti kalah, Cinderella. Ha ha ha ha! (meninggalkan arena, kemudian beberapa detik kemudian Cinderella datang).

Cinderella : Tidak! Siapa yang berani melakukan ini? (mengambil kain yang telah dirobek) Aduh, pasti aku akan kalah dalam kompetisi kedua ini. Apa yang harus kulakukan?€� (menangis, kemudian keluar arena)

Keesokan harinya . . . .

(Raja, Pangeran, Ratu, & Pengawal masuk)

Raja: Akhirnya tiba saatnya untuk penentuan pemenang dari kompetisi kedua ini. Kepada Putri Irakus, silahkan masuk dan memperlihatkan baju buatannya.

(Putri Irakus masuk sambil memperlihatkan baju buatannya)

Putri Irakus : Ini Yang Mulia. Ini adalah baju yang saya buat.

Raja: Cukup bagus. Kalau boleh tahu, apa bahan yang kau pakai untuk membuat baju ini?

Putri Irakus : Baju ini dibuat dari berbagai macam kulit. Kulit unta, kulit pisang, kulit domba, kulit gajah, kulit cheetah, dan tak lupa juga ditambahkan dengan kulit kodok.

Pangeran : Wow! Unik sekali!

Ratu : Tentu saja! Siapa dulu yang membuatnya? Putri Irakus . . . .

Raja : Sekarang, tiba giliran Cinderella. Cinderella, saatnya kau masuk dan membawa baju buatanmu.€�

Satu jam kemudian . . .

(Cinderella tidak muncul-muncul)

Dua jam kemudian . . . .

(Cinderella tidak muncul juga)

Raja: Kemana sih Cinderella itu? Kok belum muncul-muncul. Pengawal! Cari Cinderella!

Pengawal: Baik (kemudian keluar arena)

Putri Irakus : Mungkin dia belum menyelesaikan baju buatannya. Atau mungkin dia sama sekali tidak bisa menjahit.

Raja : Tunggu dulu! Pengawal kita kan sedang mencari dia. Pliss deh! Tunggu bentar donk ah!

Beberapa menit kemudian . . . .

Cinderella : (datang tergesa-gesa dan pengawal menyusul di belakang Cinderella) Yang Mulia, maaf…saya terlambat.

Raja: Dari mana saja kamu Cinderella? Kami sudah menunggu kamu, Cinderella.

Cinderella: Begini yang mulia, seseorang telah merobek baju yang saya buat untuk Pangeran.

Ratu : Alaah! Paling itu cuma alasan kamu saja.

Cinderella : Tidak! Semua itu benar! Ini buktinya.

(menunjukan baju robek ke raja dan kemudian ke penonton)

Ratu : Alah! Paling kamu yang merobek baju itu.

Cinderella : Tidak! Itu tidak benar! Sumpah!

Raja : Sudahlah! Lagipula kita sudah bisa melihat siapa pemenangnya. Jadi skor sementara satu sama.

(Putri Irakus dan Ratu terlihat girang)

Cinderella : Tapi, Yang Mulia . . . .

Pangeran : Sudahlah Cinderella. (memegang pundak Cinderella) Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi ini terjadi. Nasi sudah menjadi bubur. Dan bubur tidak bisa menjadi nasi lagi. Lagipula masih ada kompetisi ketiga. Jadi, kau masih punya kesempatan untuk mengalahkan Irakus.

Putri Irakus : Oh ya! Tempo hari, Yang Mulia bilang kompetisi ketiga masih dirahasiakan. Kalau begitu, apa kompetisi ketiganya, Yang Mulia?

Raja : Kompetisi yang ketiga adalah . . . . kompetisi mendandani pengawal kerajaan!

Semua : Hah? Mendandani pengawal kerajaan?

Ratu : Tapi, Baginda. Semua pegawai sakit cacar ayam, kecuali pengawal yang satu ini.

Raja : Oh, iya juga ya. Dari Minggu kemarin mereka sakit yah. Berarti kurang satu orang lagi. (berfikir sejenak lalu berkeliling melihat penonton lalu berbalik dan menunjuk narator) Bagaimana kalau Narator saja yang jadi sukarelawannya?

Semua : Setuju!

Raja : Narator! Ayo sini!

(Narator menghampiri Raja)

Raja : Pengawal! Siapkan kursi dan alat kecantikannya!

Pengawal : Baik, Yang Mulia.

(Pengawal menyiapkan kursi & alat kecantikan. Lalu Pengawal dan Narator duduk di kursi)

Raja : Sekarang kalian boleh memulai mendandani pengawal dan narator dan waktu kalian adalah 137,87 detik dari sekarang!

(Cinderella dan Putri Irakus mendandani pengawal dan narator)

Ratu: Ayo! Cepat! Cepat!

Putri Irakus : Iya! Iya!

Raja: Waktu habis!

(Cinderella dan Putri Irakus berhenti mendandani Pengawal dan Narator)

Raja: (melihat-lihat muka narator dan pengawal) Wow! Aku kan menyuruhmu mendandani pengawal ini supaya cantik? Bukan menyulapnya menjadi seperti badut!

Putri Irakus: Ma . . . maaf, Yang Mulia. Ini semua gara-gara Ratu yang mengesa-gesa saya mendandani pengawal.

Ratu : Aeh-aeh! Kenapa kau jadi menyalahkan Ratu?

Putri Irakus : Emang salah Ratu kok!

Ratu : Salah gimana maksud lho? Kok kamu jadi nyalahin Ratu sih? Dasar tidak tahu terima kasih! Aku kan sudah membantumu untuk membuat Cinderella kalah! Lagipula, merobek baju itu ideku! (terdiam sejenak) Ups…

Semua : Ooo…

Raja : Jadi, kalian yang merobek baju Cinderella itu?

Ratu : Bukan aku! Itu Putri Irakus! (menunjuk Putri Irakus)

Putri Irakus: Tapi itu kan ide Ratu!

Raja : Sudah-sudah! Jadi saya putuskan yang akan menikah dengan Pangeran adalah . . . . Cinderella!

Putri Irakus : Tidak!

(Pengawal menyeret Putri Irakus pergi)

Ratu : Dengan sangat berat hati, aku terima kau jadi menantuku, Cinderella.

Pangeran : Akhirnya kita bisa bersatu, Cinderella.

Cinderella: Iya. Pangeran.

(Ratu & Raja meninggalkan arena)

Pangeran: Kita bisa memulai hidup baru tanpa ada yang menggangu. Aku . . . .mencintaimu.

Cinderella: I love you too.

Akhirnya, setelah berbagai macam kompetisi dijalani, Cinderella dapat bersatu dengan Pangeran. Mereka pun hidup bahagia selamanya . . . .


Cinderella is a beautiful sweet girl. However, he lost a very dicintainya namely his mother. When his father married and leaving it to go, the more his life suffering. He always treated as adjuvant by the mother and brother tirinya.

At that time, the Queen of the hop event to find a mate for the Prince. Cinderella wanted to go to the feast, but the mother and brother tirinya not menijinkannya. But with a little help, Cinderella can go to the feast with the requirement to return home before 12 hours because the night after 12 hours of the night the magic will be lost.

After 12 minutes the night, leaving the Cinderella castle. However, unexpectedly, he left boot kesayangannya. Prince already love him, to contest those who fit the size of his leg with a special boot, will be married to her.

When trying to boot Cinderella special, the match and also have a Cinderella pair shoes the other boots. Prince also apply directly Cinderella. After that, the Prince takes Cinderella to the palace. However, the story is not finished.


When the Prince takes Cinderella to the palace. . . .

(In the arena there is the Queen and daughter Irakus who was sitting in the chair. Cinderella and Prince into the arena)

Queen: (standing ago appoints Cinderella) Who is female, Prince ?????

Prince: This is the woman who will become istriku.

Ratu: Kau confident women choosing this?

Prince: Yes, we love each other. (Cinderella and Prince each other look in the face, hold hands, and smiling.)

The Queen: What? You choose women who look like this adjuvant? What word Bu Nia?

Cinderella: What is the word of the world, the Queen.

Ratu: Yes. That maksudku.

Prince: Although adjuvant such as appearance, but his heart as 24 carat gold.

Ratu: Kau a heart of gold like rusty? But Prince. Mother has found a suitable pair for Prince. He is a daughter of the Kingdom due up.

Prince: But Mother. . . .

Queen: He is a very beautiful woman. Moreover she is a woman of good heart, not arrogant, and diligent saving. When we are united with the kingdom due Build the Kingdom, the kingdom will be a very besaaar.

Prince: But I am very mencintainya, Mother.

The Queen: No! The point you have to get married with the daughter Irakus.

Prince: Hah? Irakus? A strange name. But I still do not want.

Queen: It should be like!

Prince: Do not want!

Ratu: The need to!

Prince: I want!

Ratu: Must!

Prince: How. I do not want!

Ratu: Basic child disobeyed you!

Prince: Lho, kok Kundang master so rich?

Queen: Less teaching you! Have disputed the command of parents! (Almost slapping Prince Consort)

King: (to enter the arena) .. Stop! What's this? Who woman ????? (refer Cinderella)

Prince: This is a prospective istriku, Ayahanda.

King: Oh, this prospective wife. So this woman who won the competition boot. (Leer while shoes boots worn Cinderella)

Prince: Yes, Ayahanda. He even have a pair of other shoes, boots.

Queen: But I have found a mate for Prince! He is a daughter of the Kingdom due up.

King: Yes already. That's up to Prince of course!

Queen: But, the King. I do not agree with keputusanmu. Prince married the same period as the adjuvant. Do not do mad!

King: (thinks a moment) Yes. Already. What if we invent a competition?

Daughter Irakus: (standing) Competition as what, the Mulia?

King: If you win in the competition, you will marry the Prince. If she was a win, he will be married with the Prince. Some do not agree with kuputusanku?

Queen: Again, the decision to give you strange! Once you and the Prince competition boot is strange!

Irakus daughter: Okay, if so, I have received, Yang Mulia.

The Queen: What? You accept the challenge that strange? (Angry)

Irakus daughter: Bibi never. I can compete in casual.

The Queen: What? Bibi I call you? Memangnya I bibimu what? (getting angry)

Daughter Irakus: Oh! Maksudku Ibunda Queen. Moreover I believe I can beat her.

Cinderella: (shake hands)

King: What, Miss? You do not agree with keputusanku?

Cinderella: I agree with the decision Mulia.

King: Then, why do you shake hands?

Cinderella: Actually, I object to is called with a woman. I also have a name.

King: Oh yes. You have not introduced myself. What is your name?

Cinderella: my name is Cinderella.

Ratu: Cinderella? Girls chimney smoke. Name the most bizarre ever heard. See yourself! You really deserve to get the name!

Cinderella: In fact, the only name panggilanku only. The name is given by the mother and brothers tiriku that evil is always with me.

Queen: Alaah! Foreverglo for all!

King: If so, who aslimu name?

Cinderella: But, asliku name is too long.

King: a course

Cinderella: Name asliku is Mocu Claudia Bella Abraba Sintia Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha.

Irakus daughter: But, my name is also not less in length with Cinderella. I can menyebutkannya now.

King: Stop! Why do we so mempeributkan name?

(all silent a moment)

King: How do you, Prince? You agree?

Prince: No matter what decision Ayahanda, I agree.

The Queen: What? You also get the strange decision? While you impugn my order?

King: Okay! If so, the competition begins tomorrow morning at 9:00 to complete.

Queen: But, what of the competition like?

King: There are three competitions that will be performed, namely:

1). Cooking competition

2). Sewing competition

3). Competition that is still concealed

You ready?

Cinderella & P. Irakus: Ready, Yang Mulia.

King: Yes already. Ku tunggu ya tomorrow. Dah! (leave the arena and then followed with  while Cinderella and Prince coupled hands)

The Queen: We must plan so that Cinderella lost in the competition.

Daughter Irakus: Yes, I agree with you.

Queen: Here, I bisikin.

Daughter Irakus: IH ... tingling!

Ratu: How do?

Daughter Irakus: Yes, yes.

Irakus daughter: That's brilliant idea!

Ratu: brilliant.

Daughter Irakus: Yes.
That maksudku.

Putri Ratu & Irakus: Ha ha ha ha ha. . . .

(Queen and daughter leave the arena Irakus).


The next day. . . .

(All incoming arena)

King: You are ready to carry out the competition first?

Cinderella & P. Irakus: Yes iyalah. . . .

King: The! Prepare materials & equipment masaknya!

Guards: Both sire.

(The set up cooking equipment)

King: Competition is the first cooking competition officially opened. Cheers!

(King, Queen, and Prince sat in the hall, while Cinderella and Irakus daughter busy cooking.)

King: Approximately, who will win?

Ratu: Pasti akan daughter Irakus the win.

Prince: Are you sure you banget sih!

Ratu: Suka-suka gue donk!

King: I-have! Do not quarrel! See later!

Meanwhile in the kitchen. . . .

Cinderella: Putri Irakus, I kind masakanku first ya. I want to back first.

Daughter Irakus: However! I Masakanmu safe!

In fact, Putri Irakus have any evil intention. He sprinkle salt, sugar, pepper, vetsin, and mayonnaise on the cuisine that taste cuisine Cinderella Cinderella will not be known. However, unexpectedly, daughter Irakus forget to sprinkle salt masakannya own.

(Cinderella go to the kitchen).

Cinderella: Thank you, yes. Masakanku waiting.

Daughter Irakus: Sama-sama. Oh yes, before 3 tails fly a perch in the dough masakanmu lho. But, already kuusir far.

Cinderella: Thank you very much.

After waiting so long, and finally Cinderella Irakus daughter has finished mamasak their cuisine. Finally arrived assessment cuisine and Putri Cinderella Irakus.

(Cinderella and Irakus daughter out of the kitchen and brought their cuisine to each room to eat)

Cinderella: Happy Enjoy, Yang Mulia.

King: Thank you. (Sample cuisine Cinderella) Emm. . . . Masakanmu very tasty. Try a taste you Prince!

Prince: Emm. . . . This is the most delicious cuisine from all the cuisines that have been kucoba.

Daughter Irakus: Not possible! Masakanku much more comfortable. If it does not believe, taste it!

(All sample cuisine Putri Irakus)

Queen: He is correct! Ethnic Putri Irakus more than tasty cuisine Cinderella. (Sham)

King: Istriku. Do you have any problems with the senses perasamu? Ethnic this there is no taste. You say this delicious dish?

Prince: Yes. Ayahanda correct. Ethnic this there is no taste.

Ratu: Euh. . .

King: Okay. Already kuputuskan. That the winner of this competition is. . . . Cinderella! So, while the score 1-0 for Cinderella. Cheers for Cinderella!

King: I Have Cinderella.

Cinderella: Thank you.

King: I'm waiting you tomorrow 9.00 am for the second competition is the competition together.

(King to leave the arena. Then followed by Prince and Cinderella)

Queen: Irakus! You deliberately so? Why so tasty cuisine Cinderella masakanmu while there is no taste? (angry)

Daughter Irakus: forgiveness, Nyai Queen. Me. . . .

The Queen: What? Nyai you call me? Once you menyebutku Bibi (the angry)

Daughter Irakus: Maksudku Ibunda Queen. I have to enter the salt, sugar, pepper, vetsin, and mayonnaise in a mixing dish Cinderella Cinderella cuisine that is not known. But, somehow Cinderella cuisine is a tasty.

Ratu: Basic tulol! That can help with the flavor cuisine Cinderella! You should add a lot of vinegar or camel dung from the Middle East NOW!

Daughter Irakus: I sorry, Bibi. Eh, maksudku Ibunda Queen.

Ratu: Yes, never. Ago, let go. This should not happen again. Now, we arrange a new plan for the next competition.

(And daughter of Queen Irakus guards to leave the arena and come clean room)

The next day. . . .

(all go to the arena)

King: Good morning all! Are you ready for the second competition?

Cinderella & Irakus: Yes, we are ready.

King: Competition is competition both sewing clothes for the Prince officially opened. Cheers! (all applaud) rules are very simple. You should make a shirt for the Prince in one night. Clothes that you make should be submitted tomorrow morning before the competition starts. You understand the rules?

Cinderella & Irakus: Understanding, Yang Mulia.

King: Now, you can start making the clothes.

Cinderella: Yang Mulia Okay, we both say goodbye now.

(Cinderella & Putri Irakus go meniggalkan arena followed by the King)

Night, Cinderella start sewing.

(Cinderella entry brought cloth and sew simulator, and the incoming guards).

Sentry: Miss Cinderella. You are called to face Royal Highness the King.

Cinderella: Oh, okay, if that.

(The Cinderella and leave the arena, and then come Irakus Putri)

Daughter Irakus: (tear clothes come ago made Cinderella) This way. You must be defeated, Cinderella. Ha ha ha ha! (leave the arena, then a few seconds and then came Cinderella).

Cinderella: No! Who dare do this? (take a cloth that has been dirobek) Oops, I will surely lose out in this second competition. What should kulakukan ????? (crying, and then exit the arena)

The next day. . . .

(King, Prince, Queen, & The entrance)

King: Finally was time for determining the winner of this second competition. Putri to Irakus, please go and show clothes buatannya.

(Putri Irakus entrance while the clothes buatannya)

Daughter Irakus: This Yang Mulia. This is the shirt that I made.

King: Just good. If you could know, what materials you use to make this shirt?

Daughter Irakus: This shirt is made from various kinds of skin. Camel skin, banana skin, sheep skin, leather elephant, cheetah skin, and do not forget also added to the skin of frogs.

Prince: Wow! Very unique!

Queen: Of course! Who makes the first? Irakus daughter. . . .

King: Now, come play Cinderella. Cinderella, it's time you go and bring clothes buatanmu .????

One hour later. . .

(Cinderella is not showing)

Two hours later. . . .

(Cinderella does not show as well)

King: Where is the Cinderella? I have not been showing. Guards! Find Cinderella!

Guards: Good (and then exit the arena)

Daughter Irakus: Maybe he has not been completed buatannya clothes. Or maybe he is not sewing.

King: Wait a first! The right we are looking for him. Pliss deh! Wait intermittent donk ah!

Several minutes later. . . .

Cinderella: (coming in a hurry and the guards followed behind Cinderella) Yang Mulia, ... sorry I was delayed.

King: From wherever you Cinderella? We are waiting for you, Cinderella.

Cinderella: Here's a noble, someone has to tear my shirt for a Prince.

Queen: Alaah! Most of the reason you are free.

Cinderella: No! All is true! This evidence.

(torn shirt to show the king and then to audience)

Ratu: ne! Most of you tear the clothes.

Cinderella: No! That's not true! Oath!

King: never! Moreover we can see who is the winner. So while the same score.

(Daughter of Queen Irakus and look happy)

Cinderella: But, Yang Mulia. . . .

Prince: Cinderella never. (holding the shoulder Cinderella) Yang ago let go. This should not happen again. Rice has become porridge. Porridge and rice can not be again. Moreover there is still competition in the third. So, you still have the chance to beat Irakus.

Daughter Irakus: Oh yes! Tempo of the day, Yang Mulia competition is still the third door. If so, what the competition three, Yang Mulia?

King: Competition is the third. . . . titivate orderly competition kingdom!

All: Hah? Titivate orderly kingdom?

Queen: But, sire. All employees sick chicken pox, except this one bodyguard.

King: Oh, yes yes also. Sunday's yesterday they were ill yah. Means one less person again. (thinks a moment ago around spectators turn ago and appoint narator) What if Narator are so sukarelawannya?

All: Agree!

King: Narator! Come here!

(Narator about King)

King: The! Prepare the chair and beauty tool!

The: Good, Yang Mulia.

(The setting up chairs & cosmetic. Then The Narator and sat in the chair)

King: Now you can start titivate guards narator and time and time is 137.87 seconds from now!

(Cinderella and daughter Irakus titivate guards and narator)

The Queen: Ayo! Fast! Fast!

Daughter Irakus: Yes! Yes!

King: Time-out!

(Cinderella and daughter stop Irakus The spruce and Narator)

King: (to see the face and the narator) Wow! I just menyuruhmu titivate guards so beautiful? Menyulapnya not be like clown!

Daughter Irakus: Ma. . . sorry, Yang Mulia. This is all because of the Queen through the mengesa I titivate guards.

Ratu: Aeh-aeh! So why you blame the Queen?

Daughter Irakus: Emang how wrong the Queen!

Ratu: False sense of what lho? How you do so nyalahin the Queen? Basic does not know thank you! I just have to help you make less Cinderella! Moreover, the tear is ideku clothes! (silent moment) ... Ups

All: Ooo ...

King: So, you tear the clothes of Cinderella?

Queen: Not me! Putri was Irakus! (refer Putri Irakus)

Daughter Irakus: But it's just the idea of Queen!

King: I-have! So I decided to be married to the Prince. . . . Cinderella!

Daughter Irakus: No!

(The daughter dragged away Irakus)

Queen: With very heavy heart, I accept you so menantuku, Cinderella.

Prince: Finally we can unite, Cinderella.

Cinderella: Yes. Prince.

(King & Queen to leave the arena)

Prince: We can start a new life is possible without. Me. . . . mencintaimu.

Cinderella: I love you too.

Finally, after various competitions traveled, Cinderella can be with the Prince. They are happy to live forever. . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar