Minggu, 25 Oktober 2009

Nasi Aking

Seusai pulang sekolh Nadia dan Vina berencana menengok Rini. Sudah tiga hari ini Rini tidak masuk sekolah. Dua hari yang lalu, ibunya Rini menemui Pak Salman. Pak Salman adalah wali kelas Rini. Ibunya Rini memberitahukan bahwa anaknya terserang diare. Pak Salman menyuruh anak-anak kelas lima untuk membesuk Rini. Sedangkan, Pak Salman akan membesuk Rini nati sore. Ana-anak yang lain pun rencananya akan menjenguk Rini nanti sore bersama Pak Salman.

Jam pelajaran telah usai. Anak-anak kelas lima saling berebut untuk keluar kelas. Terutama anak laki-laki saling dorong. Malah, ada beberapa anak yang terjatuh gara-gara dorongan itu. Ada juga anak perempuan yang berteriak untuk menghentikan aksi saling dorong itu. Pak Salman hanya menggelengkan kepalanay. Gara-gara aksi saling dorong itu, tangan kanan Vinatergores gagang pintu yang menancap di pintu kelasnya.

"Kamu tidak apa-apakan?" Tanya Nadia sambil memegang tangan Vina.

"Aduh perih nih. Dasr anak-anak bandel. Coba kalau ngak dorong-dorong. Tanganku nggak akan begini." Ucap Vina sewot

" Kita ke UKs dulu kalau begitu." Sahut Nadia Lembut.

"Sudahlah. Tidak usah. Lukanya tidak begitu parah kok.Tangan ku cuma tergores. Lebih baik kta langsung ke rumah Rini, yuk!"

Nadia menganggukan kepalanya. Nadia dan Vina bersama anak-anak SD Cempaka berbondong-bondong ke luar dari gerbang sekolah. Mereka segera menginggalakan gedung sekolahnya. Mereka berjalan ke arah utara menuju rumah Rini, mereka melewati persawahan. Mereka berjalan di atas pematang sawah. Di sepanjang jalan, mereka mengamati para petani yang sedang memanen padi-painya. Selama beberapa hari ini desa mereka sering diguyur hujan. Air hujan membuat tanah menjai basah dan licin. Mereka membuka sepatu mereka dan berjalan tanpa alas kaki. Sementara tangan kanan mereka menjinjing sepatu.

Rumah Rini letaknya cukup jauh dari sekolah. Hampir setengah jam Nadia dan Vina berjalan. Kini sudah tampak rumah Rini yang dindingnya semi permanen. Bagian atas dinding sampai ke bagian tengahnya terbuat dari bilik bambu. Sementara yang lainnya terbuat dari tembok. Tapnya terbuat dari pohon enau sedangkan lantainya beralaskan tanah. Di depan rumah itu tamapak Arya sedang makan di depan bambu. Arya adalah adik Rini. Nadia dan Vina segera memakai sepatunya kembali. lalu, mereka menghampiri Arya.

"Araya, kak Rini ada?" Tanya Vina sambil memberikan lima butir permen. Arya meletakkan piringnya yang masih penuh dengan nasi tanpa lauk pauk. Dia tampak senang ketika melihat permen di tangan kanan Vina. Arya membuka tangan kanannya dengan beberapa butir nasi yang melekat di tangannya.

"Asyik permen. Kak Rini lagi sakit. Sekarang sedang tidur di kamarnya."

"Arya kalau diberi bilang apa coba?" Nadia mengingakan Arya.

"Thank you" Jawab Arya sambil berlari masuk ke rumah.

"Arya, kok makanannya tidak dihabiskan, masih banyak nasinya di piring." Teriak Nadia.

Arya menoleh ke belakang. "Habis, makananya nggak enak. Aku pilih makan permen saja."

Arya masuk ke rumah. Tiba-tiba ibu Rini muncul dari dalam rumah. Ia menyuruh mereka masuk ke rumah. Di ruang tamu, ibunya Rini bercerita kalau Rini sakit diare gara-gara makan nasi aking.

Hati Nadia dan Vina menjadi tersentuh. Tak pernah terpikirkan sebelumnya. Ternyata, Rini harus memekan nasi seprti itu. Kemudian, Rini muncul dari balik pintu kamar tidurnya. Mukanya tamapak begitu pucat.

"Eh, kalian ada di sini. Maaf y beberapa hari ini aku tdak bisa beljar bersama-sama kalian," Jawab Rini. Badannya yang lemah lunglai dan bibirnya tampak pecah-pecah.

"Tidak apa-apa kok. Sebaiknya kamu isitirahat saja" Jawab Vina.

"Tadi aku sudah banyak istirhat kok. Lagi pula, ibu sudah memberiku segelas air larutan garam dan gula. Perutku sudah tidak kembung lagi," Jelas Rini.

Jam menunjukkan pukul setengah dua. Nadia dan Vina pamit kepada ibunya Rini. Mereka pun berharap agar Rini cepat sembuh dan bisa sekolah lagi. Di sepanjang perjalanan pulang mereka membicarakan nasi aking.

"Kasihan Rini. Aku jadi malu sendiri. Habis selama ini aku suka membuang-buang nasi. Kalau aku makan jarang sekali habis. Akhirnya, aku membuang nasi itu ke tong sampah," Lirih Nadia.

Vina pun mengangguk. Mereka baru sadar jika membuang nasi itu merupakan perbuatan yang buruk. Membuang-buang nasi menunjukkan sikap tidak bersyukur kepada Tuhan. Nadia dan Vina berjanji tidak akan membuang-buang nasi lagi. Sebelum berpisah, mereka sepakat untuk mengajak teman-temannya untuk mengumpulkan beras.
Keesokan harinya mereka mengajak anak-anak di kelas untuk menyumbangkan beras untuk Rini. Esok lusanya, Pak Salman dan teman-teman sekelas Rini menyerah sekarung beras untuk keluarga Rini. Ibu Rini tamapk terharu menerimanya.

Minggu, 18 Oktober 2009

kimia unsur

Produk-Produk yang mengandung Unsur Tertentu

  1. Produk yang Mengandung Unsur Gas Mulia

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsur gas mulia adalah sebagai berikut :

a. Kripton terdapat dalam garam krypton difluoridanya, KrF2, dan garam kompleksnya seperti KrFSbF6.

b. Xenon terdapat dalam senyawa garamnya seperti NaHXeO4, CsXeF7, dan CsXeF8.

  1. Produk yang Mengandung Unsur Halogen

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsure halogen adalah sebagai berikut.

a. Fourin terdapat dalam senyawa Freon seperti CCl2F2 dan plastik tahan panas yang dikenal dengan Teflon, bentuk polimer dari C2F4.

b. Klorin terdapat dalam senyawa pestisida seperti DDT, aldrin, dan dieldrin. Klorin juga terdapat dalam produk polimer seperti PVC (poli vinil klorida), yaitu bentuk polimer dari vinil klorida (CH2CHCl)n. Klorida juga terdapat dalam produk pelarut seperti karbon tetraklorida, CCl4.

c. Bromin terdapat dalam senyawa etilen dibromida, C2H4Br2, sebuah komponen bensin etil pengganti senyawaan timbale sebagai zat anti ketuk (antiknock).

d. Iodin terdapat dalam senyawa iodoform, CHl3, zat berwarna kuning dan mempunyai bau khas yang digunakan sebagai obat anti septic untuk luka.

  1. Produk yang Mengandung Unsur Logam Alkali

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsur logam alkali berikut.

a. Litium terdapat dalam senyawa Li2CO3 sebagai bahan campuran dalam pengolahan aluminium.

b. Natrium terdapat dalam senyawa NaCl, Na2CO3, NaOH, NaSO4, Na2SO3, NaNO2, NaNO3, NaHCO3, dan lain-lain.

c. Kalium terdapat dalam senyawa K2O, KOH, KCl, KNO3, K2CO3, dan lain-lain.

d. Sesium terdapat dalam sel fotolistrik dan propelan motor roket.

e. Rubidium terdapat dalam filament sel fotolistrik yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.

  1. Produk yang Mengandung Unsur Logam Alkali Tanah

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsure halogen adalah sebagai berikut.

a. Berilium terdapat dalam logam paduan agar lebih kuat dan ringan.

b. Magnesium terdapat dalam senyawa MgO, Mg(OH)2, MgSO4, C2H5MgBr, dan lain-lain. Magnesium juga terdapat dalam paduan logam (aliase), terutama paduan magnesium dengan aluminium sebagai bahan konstruksi pesawat terbang dan mobil.

c. Kalsium terdapat dalam senyawa kapur (CaO), Ca(OH)2, CaCO3, CaSO4, CaC2, dan lain-lain.

d. Stronsium terdapat dalam pemberi nyala api mercusuar dan pembuat cahaya merah pada kembang api.

e. Barium terdapat dalam senyawa Ba(NO3)2, BaSO4, dan lain-lain.

  1. Produk yang Mengandung Unsur Periode Ketiga

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsure periode ketiga adalah sebagai berikut.

a. Aluminium terdapat dalam senyawa Al2O3, Na3AlF6, dan lain-lain.

b. Silicon terdapat dalam semikonduktor di kalkulator, transistor, computer, baterai solar, dan lain-lain.

c. Fosforus terdapat dalam senyawa asam fosfat, (H3PO4). Fosforus merah sebagai bahan bidang gesek korek api yang dicampur dengan pasir halus dan Sb2S3. Adapun, kepala batang korek api adalah campuran KClO3, Sb2S3, dan belerang.

d. Belerang terdapat dalam senyawa H2SO4, dan lain-lain.

  1. Produk yang Mengandung Unsur Logam Transisi Periode keempat

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsure logam transisi periode keempat adalah sebagai berikut.

a. Scandium terdapat dalam senyawa Sc(OH)3, Na3ScF6, dan lain-lain. Scandium juga terdapat dalam komponen lampu-lampu berintensitas tinggi.

b. Titanium terdapat dalam senyawa TiCl4.

c. Vanadium terdapat dalam senyawa V2O5.

d. Kromium terdapat dalam senyawa Na2Cr2O7 sebagai zat pengoksidasi yang digunakan luas untuk analisis di laboratorium.

e. Mangan terdapat dalam senyawa KMnO4 sebagai zat pengoksidasi yang penting.

f. Besi, kobalt, dan nikel terdapat di bahan-bahan konstruksi dalam bentuk campuran. Misalnya, besi dalam produk baja, yaitu campuran besi dengan karbon. Kobalt terdapat dalam produk alat potong berkecepatan tinggi dan magnet permanent. Nikel terdapat dalam produk peralatan makanan dan industri yang melibatkan proses asam.

g. Tembaga terdapat dalam senyawa CuSO4, CuCl2, dan lai-lain. Tembaga juga terdapat dalam logam paduan untuk kabel listrik, pipa ledeng, dan lai-lain

  1. Produk yang Mengandung Unsur Karbon, Nitrogen, dan Oksigen

Produk-produk atau senyawa yang mengandung unsure karbon, nitrogen, atau oksigen adalah sebagai berikut:

a. Karbon terdapat dalam senyawa anorganik dan organic. Pada senyawa anorganik, karbon kebanyakan terdapat dalam senyawa karbinot dan bikarbonat, misalnya senyawa natrium karbonat (Na2CO3) dan natrium bikarbonat (NaHCO3). Pada senyawa organic, karbon terdapat dalam semua senyawa organic komersial, misalnya senyawa asam asetat (CH3COOH) dan Freon (CFC).

b. Nitrogen dalam produk terdapat dalam senyawa NaNO2, NaNO, Nh4NO3, (NH4)2SO­4, NH3, dan lain-lain.

c. Oksigen dalam produk terdapat dalam senyawa oksida, garam karbonat, basa, asam nitrat, asam karbonat, dan lain-lain.